Tenggarong – Potret Rumah Eko Patrio, komedian senior yang kini juga dikenal sebagai politikus dan pengusaha, ternyata memiliki hunian super mewah yang nilainya ditaksir mencapai Rp150 miliar.
Rumah ini tak hanya megah dari luar, tetapi juga penuh dengan detail unik, filosofis, sekaligus fungsional di dalamnya. Dalam sebuah konten bersama sahabatnya, rumah megah tersebut akhirnya bisa dilihat lebih dekat. Hasilnya? Benar-benar seperti istana!
Begitu sampai di depan rumah, nuansa mewah langsung terasa. Fasadnya luas, kokoh, dengan arsitektur modern yang elegan. Sahabat-sahabat Eko bahkan menyebut rumah ini mirip “Istana Bogor versi modern”.
Luas tanahnya sendiri mencapai 900 meter persegi, dengan bangunan yang dibangun dari nol selama dua tahun penuh. Tidak heran jika biayanya selangit, sebanding dengan kemewahannya.
Lebih rinci, berikut potret rumah Eko Patrio seharga Rp150 miliar yang dapat dilihat dari YouTube Andre Taulany TV segmen Sidak Rumah Eko Patrio.
Begitu masuk, lantai rumah Eko dipenuhi marmer mahal. Bahkan ada dinding onyx yang dihiasi lampu, sehingga ketika malam hari pancarannya semakin dramatis.
Eko juga menceritakan bahwa hampir seluruh desain interior rumahnya ia buat sendiri bersama istri tanpa bantuan desainer profesional.
Konsepnya minimalis namun tetap mewah, dengan banyak ruang yang dibiarkan lega agar bisa dipakai untuk acara keluarga maupun kumpul komunitas.
Satu hal menarik, Eko sangat menyukai ornamen berbentuk gajah. Dari pegangan pintu, motif marmer, hingga dekorasi kecil di berbagai sudut rumah, selalu ada sentuhan gajah.
Menurut Eko, gajah adalah hewan besar namun penuh kasih sayang, suka melindungi kawannya, dan tidak egois. Itu filosofi yang ingin ia terapkan dalam kehidupannya adalah menjadi sosok yang bisa mengayomi orang lain, meskipun dirinya sudah besar dan sukses.
Baca Juga : Istana Rp150 M Eko Patrio Jadi Sorotan di Tengah Isu Demo, Kini Diduga Jalan-Jalan ke China

Meski rumahnya super mewah, Eko tidak melupakan sisi religius. Ia menempatkan musala keluarga di bagian depan rumah, sehingga langsung terlihat oleh tamu.
Menurutnya, musala harus dimuliakan, bukan ditempatkan di pojok atau ruang kecil. Interior musala dibuat nyaman dengan marmer dan dekorasi elegan.
Bagi Eko, ketika ada tamu yang datang, musala itu sekaligus bisa menjadi pengingat, sudah salat belum?
Menuju ruang makan, siapapun akan langsung terkesima. Meja makan sepanjang 6 meter berdiri gagah di tengah ruangan, cukup untuk belasan orang sekaligus.
Eko bercerita, ia senang menjamu tamu dengan makanan khas kampung, bukan makanan ala hotel. Dalam momen konten itu, ia bahkan menyuguhkan lontong sayur, ikan selar, hingga jengkol.
















