Tenggarong – SMP Negeri 3 Tenggarong, yang telah berjalan sejak tahun 2023. Sekolah ini menjadi salah satu pelopor dalam pengenalan coding di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kukar, terutama setelah ditetapkan sebagai sekolah kandidat rujukan Google (KSRG). Dunia pendidikan di Kutai Kartanegara (Kukar) terus berkembang seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi.
Coding Jadi Bagian Pembelajaran, Siswa Semakin Kreatif
Kepala SMP Negeri 3 Tenggarong, Sariyani, menjelaskan bahwa pembelajaran coding sudah tidak asing lagi bagi siswa di sekolahnya. “Sejak tahun 2023, guru Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) kami sudah mulai mengajarkan coding kepada siswa,” ujarnya pada Kamis (10/7/2025).
Dengan jumlah siswa mencapai 1.007 orang, SMP Negeri 3 Tenggarong mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Kukar melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud Kukar). Dukungan tersebut berupa penyediaan sarana prasarana, termasuk 1.099 Chromebook yang memudahkan siswa dalam belajar coding.

Baca Juga: Tenggarong Bakal Punya Bioskop, Masyarakat Ramai Bahas Lokasi Ideal
“Guru TIK kami sedang mengikuti pelatihan dari Disdikbud, tetapi sebelum pelatihan ini pun, mereka sudah mengajarkan coding. Jadi, siswa-siswa kami sudah familiar,” jelas Sariyani.
Siswa Antusias, Sudah Bisa Buat Animasi seperti Upin & Ipin
Yang menarik, antusiasme siswa dalam mempelajari coding sangat tinggi. “Anak-anak justru sangat antusias belajar coding karena mereka menyukai teknologi. Saat ini, beberapa siswa sudah bisa membuat animasi cerita seperti Upin dan Ipin menggunakan coding,” tutur Sariyani dengan bangga.
Pembelajaran coding di SMP Negeri 3 Tenggarong saat ini masih terintegrasi dengan mata pelajaran matematika. Namun, ke depannya, pihak sekolah berharap coding bisa diterapkan di semua mata pelajaran untuk meningkatkan kreativitas dan kemampuan berpikir komputasional siswa.
Disdikbud Kukar Dukung Penuh, Ingatkan Pentingnya Etika Digital
Emy Rosana Saleh, Kabid SMP Disdikbud Kukar, menegaskan bahwa pembelajaran coding memang sudah diterapkan di sekolah-sekolah yang menjadi Kandidat Sekolah Rujukan Google (KSRG), termasuk SMP Negeri 3 Tenggarong.
“Teknologi, termasuk coding dan AI, tergantung pada penggunanya. Jika digunakan dengan baik, maka hasilnya akan baik. Kami berpesan agar siswa memanfaatkannya untuk hal-hal positif,” pesan Emy.
Pembelajaran coding tidak sekadar tentang pemrograman komputer, tetapi juga melatih:
-
Logika dan Problem Solving – Siswa belajar menyelesaikan masalah secara sistematis.
-
Kreativitas – Mereka bisa menciptakan game, animasi, atau aplikasi sederhana.
-
Kesiapan Menghadapi Era Digital – Coding adalah skill masa depan yang dibutuhkan di berbagai bidang.
Dengan adanya program ini, SMP Negeri 3 Tenggarong membuktikan bahwa pendidikan di Kukar tidak kalah dengan kota besar. Siswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta teknologi.
















