Kutai Kartanegara Jadi Daerah Pertama di Kaltim yang Gelar Vaksinasi DBD untuk Anak Sekolah, 3.000 Dosis Disiapkan
Info Tenggarong– Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mencatat sejarah baru sebagai daerah pertama di Kalimantan Timur (Kaltim) yang memulai program vaksinasi demam Berdarah Dengue (DBD) bagi anak usia sekolah dasar.
Kick off vaksinasi DBD ini dilaksanakan di SDN 028 Tenggarong , menandai langkah progresif Pemkab Kukar dalam menekan angka kasus DBD yang masih mengancam kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak.
Sebanyak 3.000 dosis vaksin telah disiapkan untuk tahap awal, menyasar enam sekolah dasar di Kukar. Program ini menjadi upaya strategis pemerintah daerah dalam mencegah penyebaran DBD, yang dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren peningkatan kasus, bahkan menimbulkan korban jiwa.
Vaksinasi DBD: Langkah Preventif untuk Selamatkan Generasi Muda
Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kukar, Dafip Haryanto, menyatakan bahwa vaksinasi ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Kukar dalam melindungi anak-anak dari ancaman DBD.

Baca Juga: BRI Perkuat Program MBG di Kaltim, Dukung UMKM Penuhi Kebutuhan Gizi Anak Sekolah
“Kick off hari ini menandai dimulainya program vaksinasi DBD di Kukar. Bupati memberikan apresiasi tinggi kepada Dinas Kesehatan Kukar yang telah menyiapkan 3.000 dosis vaksin dan mengoordinasikan pelaksanaannya dengan baik,” ujar Dafip.
Ia menekankan bahwa DBD masih menjadi masalah serius di Kukar. “Dalam beberapa tahun terakhir, tren kasus DBD terus meningkat, bahkan menimbulkan korban jiwa. Kita tidak ingin anak-anak kita terkena DBD dalam kondisi parah. Karena itu, upaya pencegahan seperti vaksinasi ini sangat penting,” tegasnya.
Sebelum pelaksanaan vaksinasi, Dinas Kesehatan Kukar telah melakukan sosialisasi kepada orang tua murid untuk meningkatkan pemahaman tentang pentingnya vaksinasi DBD. Dukungan orang tua dinilai sebagai kunci keberhasilan program ini.
DBD di Kukar: Kasus Meningkat, Anak-Anak Paling Rentan
kasus DBD di Kukar mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun, dengan pergeseran wilayah yang paling terdampak.
Sebaran Kasus DBD di Kukar (2023-2025)
-
2023:
-
Sebulu (245 kasus)
-
Tenggarong (179 kasus)
-
Muara Kaman (162 kasus)
-
-
2024:
-
Tenggarong melonjak menjadi 563 kasus
-
Sebulu 361 kasus
-
Kota Bangun 282 kasus
-
-
2025 (hingga Mei):
-
Tenggarong masih tertinggi dengan 116 kasus
-
Samboja (89 kasus)
-
Tenggarong Seberang (51 kasus)
-
Muara Jawa (49 kasus)
-
Muara Badak (47 kasus)
-
Kelompok Usia Paling Rentan
Anak-anak usia 5-14 tahun menjadi kelompok paling terdampak:
-
2024: 1.384 kasus (49,41% dari total kasus)
-
2025 (hingga Mei): 205 kasus (36,87%)
Sementara kelompok usia 15-44 tahun juga menunjukkan angka signifikan, dengan 205 kasus (32,1%) pada 2024, dan proporsi yang menurun pada 2025 akibat penurunan total kasus.
Dafip berharap vaksinasi ini dapat menekan kasus DBD, terutama di kalangan anak sekolah. “Kami ingin memutus mata rantai penularan DBD sejak dini. Dengan vaksinasi, diharapkan anak-anak memiliki kekebalan tubuh yang lebih baik,” ujarnya.
Program ini juga sejalan dengan upaya Kementerian Kesehatan RI yang mendorong daerah-daerah endemis DBD untuk memperkuat pencegahan melalui vaksinasi dan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).
Apa yang Perlu Diketahui Orang Tua tentang Vaksin DBD?
-
Efektivitas Vaksin: Vaksin DBD (seperti Dengvaxia dan Qdenga) telah terbukti mengurangi risiko infeksi berat.
-
Syarat Pemberian: Biasanya diberikan pada anak usia 9-16 tahun yang pernah terpapar DBD sebelumnya.
-
Efek Samping: Umumnya ringan, seperti demam atau nyeri di area suntikan.
Dengan menjadi daerah pertama di Kaltim yang menggelar vaksinasi DBD untuk anak sekolah, Kukar menunjukkan komitmen kuat dalam melindungi generasi muda dari ancaman penyakit mematikan ini.
Keberhasilan program ini bergantung pada dukungan orang tua, kesadaran masyarakat, dan sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, serta sekolah. Jika berjalan optimal, bukan tidak mungkin Kukar bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam penanganan DBD.
“Mencegah lebih baik daripada mengobati”—kalimat ini semakin relevan dalam upaya memerangi DBD. Dengan vaksinasi, harapan untuk menekan angka kesakitan dan kematian akibat DBD di Kukar semakin nyata.
















