Tenggarong – Agenda Lengkap Erau Agenda budaya Kutai kembali memikat masyarakat saat Rangkaian Erau Adat Kutai 2025 digelar di Tenggarong, Selasa (23/9/2025).
Untuk diketahui, Festival Erau adalah perayaan budaya yang sangat khas dan sakral dari masyarakat Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Festival ini bukan sekadar pesta rakyat, tetapi juga warisan sejarah yang mencerminkan identitas dan kebanggaan masyarakat Kutai.
Kata Erau berasal dari bahasa Kutai, yaitu eroh, yang berarti ramai, riuh, atau suasana penuh sukacita.
Tradisi ini bermula dari upacara tijak tanah dan mandi ke tepian saat Aji Batara Agung Dewa Sakti, Raja Kutai pertama, berusia lima tahun (sekitar tahun 1300).
Erau kemudian menjadi tradisi resmi dalam penobatan Sultan Kutai dan pemberian gelar kepada tokoh masyarakat yang berjasa.
Sejak pagi hingga malam, kegiatan budaya, olahraga tradisional, hingga prosesi sakral Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura menyatu dalam suasana penuh makna dan kebersamaan.
Baca Juga : Foto-Foto: Pembukaan Erau Adat Kutai 2025, Pendirian Tiang Ayu hingga Drama Kolosal

Pagi hari pukul 08.00 WITA, Dinas Pemuda dan Olahraga menggelar lomba permainan olahraga tradisional di halaman parkir Pulau Kumala.
Ajang ini bertujuan memperkenalkan olahraga khas daerah kepada masyarakat, sekaligus menanamkan kecintaan generasi muda terhadap kearifan lokal.
Permainan tradisional seperti tarik tambang, balogo, hingga enggrang menjadi tontonan seru yang mengundang antusiasme warga.
Siangnya, pukul 14.00 WITA, masyarakat beralih ke halaman parkir Stadion Rondong Demang untuk menyaksikan lomba seni budaya tradisi.
Peserta dari kalangan pelajar hingga komunitas seni menampilkan kreativitas yang dipadukan dengan nuansa adat, mulai dari tarian, musik etnik, hingga drama pendek yang mengangkat kisah-kisah lokal.
Sorotan utama hadir pada sore hingga malam hari, ketika prosesi adat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura menjadi pusat perhatian.
Dimulai pukul 15.30 WITA, prosesi Beluluh Sultan berlangsung di Keraton dengan busana adat Pesapu yang sarat simbol penyucian diri.
Dilanjutkan malam harinya pukul 19.30 WITA, prosesi Merangin VI di Serapo Belian tampil memukau dengan balutan busana Bajdat Dewa dan Belian yang sakral.
















